Kamis, 01 Desember 2016

4M, Resep untuk Displinkan Budget

4M, Resep untuk Displinkan Budget



Berapapun penghasilan Anda, tanpa pengelolaan yang benar akan cepat habis. Dampaknya, keuangan Anda morat-marit.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengelola sehingga memperbaiki budget bulanan Anda tetap terkelola dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa kiat sederhana untuk memperbaiki budget atau anggaran Anda:

1. Melunasi utang Anda secepatnya

Bila Anda membereskan utang, maka uang yang tersisa tidak membuat Anda tergoda untuk berbelanja. Melunasi utang berarti menghemat pengeluaran bunga utang.

Yang termasuk utang adalah kartu kredit dengan rata-rata bunga berkisar 40 persen per tahun. Sudahkah Anda memiliki bisnis dengan keuntungan sebesar itu? Selanjutnya adalah pinjaman atau cicilan, untuk rumah, mobil, motor dan lain lain. Berikutnya adalah tagihan bulanan. Meski sebenarnya bukan kategori utang, namun tagihan bulanan (listrik, air, keamanan, sewa rumah, dll), merupakan kewajiban yang harus Anda penuhi. Lunasi tagihan tersebut pada waktunya agar tidak dikenakan denda.

2. Memangkas pengeluaran
Untuk memangkas pengeluaran, amati kemana ‘larinya' uang. Selanjutnya, analisa apa yang Anda butuhkan. Memangkas pengeluaran adalah masalah ‘efisiensi' dan menuntut perubahan gaya hidup dan pola pikir Anda.

Catatlah semua pengeluaran Anda secara rapi dan rinci — termasuk uang parkir, uang tol, permen, jajanan, kopi, air, atau rokok. Apakah makanan kecil, kopi dan air bisa dibawa dari rumah, sehingga lebih ekonomis? Apa lagi yang dapat disubstitusi? Apakah TV kabel itu memang perlu? Apakah Anda dapat berhemat dengan membatasi saluran?
Hemat energi, air dan telepon: Pakailah listrik hanya bila diperlukan. Gunakan lampu hemat energi. Pakailah pesawat telepon rumah untuk menelepon atau SMS ketimbang menelepon dengan ponsel.

Untuk kendaraan bermotor, Apakah jumlah kendaraan Anda tidak berlebihan? Lakukan servis berkala agar hemat BBM dan menghindari kerusakan berat. Khusus BBM, rencanakan perjalanan Anda secara optimum. Hindari jalan macet karena kemacetan mengakibatkan pemborosan BBM.

Sementara untuk media, belilah majalah atau surat kabar yang bermanfaat saja. Begitu halnya hiburan, pilihlah hiburan dengan harga yang terjangkau. Tarif film, misalnya, tergantung pada gedungnya. Untuk sandang tinggalkan paradigma pakaian bermerek. Banyak produk pakaian yang bagus dengan harga ekonomis.

Begitu halnya pangan, belanjalah di supermarket karena lebih murah. Manfaatkan tawaran diskon atau sistem point belanja. Jangan memasak berlebihan. Untuk diskon, tunggulah ketika ada obral, manfaatkan diskon serta sistem reward (bank, supermarket, toko-toko besar) atau sistem 2-for-1.

3. Menjalani hidup cukup, bukan hidup mewah
Apa saja yang harus dilakukan:
-Mengganti TV, komputer, ponsel hanya bila perlu, bukan semata-mata karena mengikuti trend.
-Menahan dorongan membeli baju baru.
-Membeli barang hanya bila diperlukan, bukan karena mumpung murah.
-Membatasi penggunaan kartu kredit.
-Memanfaatkan kendaraan umum ketika bepergian.

4. Menabung
-Menabung setiap hari; ingat peribahasa, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
-Memasukkan dana yang dihemat ke dalam tabungan. Contoh: Dari bandara Anda bisa naik Damri ketimbang naik taksi, maka uang yang dihemat sebesar Rp100.000 bisa dimasukkan ke tabungan. Ini sebagai wujud mengajar anak cucu untuk menabung sejak dini. (sumber)

Baca Artikel Resiko Berbisnis Lainnya di Ayopreneur.com

Atur Pengeluaran Anda Mulai Sekarang

Atur Pengeluaran Anda Mulai Sekarang



Rencana kenaikan harga BBM yang masih hangat-hangatnya, memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, yang tidak diikuti oleh kenaikan penghasilan. Hasilnya, pengeluaran bulanan semakin bertambah sementara sumbernya masih sama. Jangan sampai jadi besar pasak daripada tiang, jadi harus segera disiasati pengelolaan keuangannya agar semua kebutuhan tetap bisa terpenuhi, plus kebutuhan untuk investasi juga tidak boleh terganggu. Bagaimana caranya?

Kalau selama ini Anda menyimpan dana untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, dana liburan sampai dengan tabungan hari tua hanya dalam satu rekening saja, sepertinya sekarang kebiasaan tersebut harus dirubah. Milikilah beberapa rekening untuk memisahkan masing-masing pengeluaran. Tujuannya adalah, agar semua pengeluaran bisa tercukupi dan terkontrol dengan baik, sementara dana untuk investasi juga tidak terganggu.

Pertama, buatlah master budget pendapatan Anda dan pasangan. Lalu buat pula anggaran biaya bulanan rutin, seperti biaya kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, lifestyle budget sampai dengan dana untuk liburan. Dengan rancangan ini Anda bisa menentukan jenis tabungan yang akan dipergunakan untuk masing-masing pengeluaran. Dan sebelum memutuskan, pelajarilah benefit yang akan Anda peroleh dari masing-masing rekening tabungan.

Setelah membuat perencanaan anggaran, mulailah membagi-bagi dana yang akan ditabung sesuai dengan kebutuhannnya. Yang harus diingat adalah, untuk dana pembayaran hutang atau cicilan besarnya tidak boleh lebih dari 30% dari total penghasilan Anda. 

Pertanyaannya adalah, apakah dengan memiliki banyak rekening tidak akan menguras uang Anda untuk membayar biaya administrasinya setiap bulan? Kalau penghasilan Anda dan suami besarnya mendekati Rp 10.000.000 atau lebih perbulannya, biaya administrasi bank setiap bulannya sepertinya tidak akan menjadi masalah. Yang akan menjadi masalah jika penghasilan Anda dan suami setiap bulannya tidak mencapai Rp 5.000.000.

Nah, kalau begini keadaannya, bagaimana cara menyiasatinya? Mudah saja, tidak perlu membuka rekening banyak di bank. Cukup lakukan cara sederhana yang sering kita lakukan zaman sekolah dulu. Gunakan saja amplop yang telah diberi label masing-masing pengeluaran, amplop warna warni akan memudahkan Anda untuk menghafal amplop dan jenis pengeluarannya. Yang penting Anda disiplin untuk memasukkan uang dengan jumlah yang sama setiap bulannya untuk masing-masing anggaran.

Dengan pengalokasian dana yang benar dan disiplin yang baik dalam mengatur anggaran, bukan tidak mungkin Anda dan suami bisa mendapatkan kehidupan hari tua yang tenang. (sumber)


Baca Artikel Resiko Berbisnis Lainnya