Senin, 21 November 2016

Tips Memilih Produk Asuransi

Tips Memilih Produk Asuransi



Memilih produk asuransi sering menjadi persoalan dan membingungkan. Ada beberapa tahap yang harus dipenuhi keluarga atau seseorang dalam memilih.

Sebagai pemegang atau pembeli asuransi, kita harus tahu benar dan jelas kebutuhannya sebab produk asuransi begitu banyak dan bervariasi. Lalu bagaimana memilih produk asuransi yang sesuai? Berikut ini pemaparannya:

1. Pemilihan berdasarkan prioritas
Prioritaskan kebutuhan seperti misalnya asuransi kesehatan karena sangat dibutuhkan untuk menanggung biaya pengobatan, termasuk jika harus rawat inap. Selanjutnya adalah asuransi jiwa untuk menanggung risiko atas ketidakpastian di masa mendatang. Selain itu memindahkan risiko yang dihadapi keluarga di masa mendatang kepada perusahaan asuransi. Apabila kedua asuransi ini telah dimiliki, selanjutnya kita memerlukan asuransi atas barang yang dimiliki. Misalnya, asuransi rumah bebas dari kebakaran, asuransi mobil atas kehilangan atau kecelakaan.

2. Memilih perusahaan asuransi
Pilih perusahaan asuransi yang banyak menawarkan produknya dan sangat bervariasi. Pembeli harus mencermati produk yang ditawarkan. Bila perlu, pembeli bisa berkonsultasi dengan teman-teman atau ahli asuransi. Pahami bahasa hukum dari brosur produk yang ditawarkan. Premi produk yang sama bisa berbeda untuk masing-masing asuransi. Selain itu penting mengetahui rekam jejak perusahaan asuransi.

3. Perhitungkan biaya
Perhitungkan kemampuan biaya atas asuransi yang akan dibeli. Bila pembeli ingin hanya asuransi, premi tersebut merupakan sebuah biaya, bukan investasi. Tahun berikutnya pembeli harus membayar premi lagi dan kemungkinan akan ada kenaikan premi dikarenakan adanya inflasi atau biaya yang dikeluarkan perusahaan asuransi. Jangan memaksakan diri kalau tidak mampu untuk asuransi tersebut. Lebih baik menunda.

4. Bahas isi produk asuransi
Bicarakan isi produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah terpilih sesuai kemampuan dana. Pembahasan ini sangat penting karena brosur yang diberikan untuk dibaca sering kali diabaikan, dan kita kurang teliti. Semua brosur dan informasi dari agen penjual sebaiknya didiskusikan dengan pihak yang mengerti hukum, supaya pilihan asuransi lebih terjamin. (sumber)


Baca Artikel Resiko Berbisnis Lainnya di Ayopreneur




Kamis, 17 November 2016

8 Resep Aman Berbelanja Online

8 Resep Aman Berbelanja Online




Berbelanja dengan memanfaatkan teknologi internet atau dikenal dengan shoping online terus berkembang dan semakin memasyarakat. Sebuah studi melaporkan, saat-saat menjelang liburan, konsumen yang berbelanja secara online meningkat tajam.

Ironisnya, meningkatnya aktifitas jualan melalui online dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Tak hanya situs yang mendapat berkah, namun para penjahat digital juga mendapat berkah. Pasalnya, semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapat apa yang mereka inginkan.

Bagaimana agar terhindar dari gangguan para penjahat tersebut? Inilah 8 tips aman melakukan jual-beli online:

1. Pelajari secara seksama situs tempat Anda berbelanja

Langkah ini harus dilakukan terlebih pada situs-situs yang kurang dikenal. Periksa nomor telepon si penjual dan langsung menghubungi. Kalau Anda tidak yakin, coba melalui mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu.  Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, tinggalkan saja situs itu.

2. Pelajari kebijakan situs terhadap data pribadi Anda

Jangan sampai situs tersebut memiliki kebijakan pengelola situs boleh memberikan data pribadi ke pihak lain. Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, dan harus ada garansi. Jika barang yang dikirim cacat, Anda berhak mengirim mengembalikan barang cacat itu untuk ditukar dengan yang bagus. Atau kalupun tidak ada, uang Anda dipastikan kembali.

3. Periksa barang dengan membaca deskripsi produk

Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.

4. Jangan tergoda barang murah

Jangan terjebak pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.

Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja dari sana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.

5. Pastikan situs itu aman

Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, pastikan tanda itu ada. Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke 'shttp' atau 'https'. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi.

6. Amankan PC Anda

Minimal PC Anda harus punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur proses update secara otomatis.

7. Pertimbangkanlah cara pembayaran

Konsumen biasanya kerap melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda punya bukti kuat kalau Anda sudah melakukan transaksi. Jika  barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan, ini bisa menjadi bukti.

Namun seiring banyaknya pencurian nomor kartu kredit, maka Anda bisa mempertimbangkan pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, transfer kirim, atau COD.

8. Periksa total harga dan biaya pengiriman

Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs dengan web lain. Simpan bukti transaksi, termasuk deskripsi produk dan harga, kwitansi digital, dan juga salinan e-mail antara Anda dengan penjual. Hal yang tak kalah penting matikan PC Anda setelah transaksi. Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi. (sumber)


Baca Artikel Resiko Berbisnis Lainnya

Rabu, 16 November 2016

Mengatasi Rasa Takut Memulai Bisnis



Ringkasan: Beberapa pengusaha berbicara mengenai "ketakutan memulai". Namun, hal itu akan menjadi hambatan keberhasilan jika Anda tidak menghadapinya. Ron Koss, salah satu pendiri Earth's Best Baby Food, menunjukkan bahwa bagaimana menghadapi ketakutan dapat menjadi sesuatu yang memotivasi dan mencerahkan diri--dan akhirnya, akan membantu Anda membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas.

Diadaptasi dari buku berjudul "The Earth's Best Story: A Bittersweet Tale of Twin Brothers Who Sparked an Organic Revolution".

Inilah pertanyaan untuk direnungkan jika Anda mempertimbangkan untuk memulai sebuah usaha. Apa yang lebih buruk: tidak pernah merealisasikan gagasan yang Anda sukai karena Anda takut untuk gagal, atau merealisasikan semua gagasan yang Anda miliki, tetapi mungkin masih harus menghadapi kegagalan?

Apakah kegagalan itu? Saya harus menghadapi pertanyaan ini secara tidak terduga saat saudara kembar saya, Arnie, meluncur ke tempat parkir Ronald McDonald House (1984) di mana saya dan istri saya bekerja sebagai manager dan mengatakan, "Saya memutuskan untuk menjalankan usaha makanan bayi organik. Kami telah membicarakannya selama bertahun-tahun. Ide itu masih bagus. Tidak seorang pun telah melakukannya. Mengapa bukan kita? Saya akan melakukannya dengan atau tanpa Anda." dan kemudian ia meninggalkan saya dalam keadaan kacau.

Inilah pertanyaan yang dengan dramatis mengganggu benak saya, saat saya melihat van merah Arnie menghilang di ujung jalan. Bagaimana jika saya menjalani hidup saya dan tidak pernah "memperjuangkannya" dan tidak pernah terjebak dengan sesuatu, apapun yang terjadi? Bagaimana jika saya harus melihat kembali ke belakang dan menghadapi semua alasan mengapa impian-impian saya tidak terwujud dan apapun yang saya dambakan tidak pernah tercurah? Bagaimana jika saya tahu bahwa saya hanya menjalani sepotong bagian kehidupan tetapi tidak pernah menjalani secara keseluruhan, tidak pernah menjelajahi bagian lain kehidupan ini karena saya kira tantangannya mustahil ditaklukkan, atau di sisi lain tidak dikehendaki, atau harapan-harapan saya yang tak bisa diraih?

Jelasnya, kecemasan memulai tidak lenyap begitu saja tetapi keputusan dan kerelaan untuk mengejar sesuatu saya yakini mendorong saya ke depan. Sebuah momen tak terlupakan dalam kehidupan saya. Hasilnya ialah pendirian Earth's Best Baby Foods, perusahaan makanan bayi organik pertama di AS, dan perusahaan senilai 150 juta dollar yang dimiliki oleh Hain Celestial Group.

Inilah 5 tips yang manjur untuk mengatasi ketakutan untuk memulai atau jika tidak, menghargai ketakutan itu.

1. Jawab pertanyaan, "Bagaimana jika" untuk anda sendiri. Hanya ada dua skenario: jika Anda mulai lakukan dan jika tidak Anda mulai lakukan. Sehingga sisihkan waktu Anda untuk menjawab dua pertanyaan ini dan tuangkan pikiran anda ke dalam tulisan. Anda mungkin  terkejut akan apa yang muncul.

2. Jangan biarkan anda terisolasi dalam ruang hampa. Hindari berputar-putar dalam satu lingkaran dan menyiksa diri sendiri dengan putaran mental "tidak pergi ke mana pun". Keluar dan bicaralah dengan orang-orang tercerdas yang Anda kenal. Jejaring. Dapatkan perspektif. Miliki keingintahuan. Lontarkan pertanyaan dan libatkan diri dengan yang lainnya baik yang memilih untuk melakukan lompatan dan yang tidak.Masukannya akan menstimulasi, menjamin, dan langkah maju selanjutnya akan tampil dengan sendirinya.

3. Ketahuilah sifat Anda dan hargai itu. Sebagian besar pengusaha adalah orang yang selalu optimistis dan kecenderungan ini sering mengakibatkan masalah pada satu sisi, dan kemungkinan pada sisi yang lain. Mereka memimpikan kesuksesan dan cenderung diperkuat dengan ide cemerlang dan mungkin bahkan diperkuat diri mereka sendiri. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda terlalu asyik dengan kegagalan, atau lebih yakin akan keberhasilan? Jika jawaban Anda ialah "kegagalan", itu merupakan petunjuk bahwa  mungkin ada beberapa ketidakcocokan antara Anda sang petualang dengan usaha awal yang Anda impikan. Kembalilah ke Tip #1, pertanyaan "Bagaimana jika" dan bayangkan bahwa Anda ucapkan selamat tinggal pada gagasan Anda. Anda simpan gagasan itu. Merenunginya selama beberapa hari. Dengan mempertimbangkan sifat Anda, apakah ide itu akan menjadi sebuah keputusan yang baik atau buruk?

4. Masalah tidak dapat dihindari. Jadi jangan rencanakan untuk menghindarinya. Buat strategi tentang bagaimana Anda akan menghadapinya. Bila prospek ini tidak menyenangkan dan tidak menggembleng anda untuk  siap bekerja 24 jam 7 hari seminggu atau paling tidak 12 jam sehari 6 hari seminggu, ketakutan awal Anda mungkin akan menjadi teman anda. Usaha awal akan sangat menguras energi bahkan dengan jalan yang tak terbayangkan. Bila Anda tidak memiliki gairah, Anda mungkin tidak mempunyai dorongan yang diperlukan untuk melejit yang diperlukan semua usaha kecil. Tidak ada cara untuk bisa setengah hamil dan tidak ada cara untuk memulai setengah jalan.

5. Kenali kekuatan dan kelemahan Anda. Sehubungan dengan gagasan awal, apakah Anda memiliki cukup banyak akal untuk meminimalisir kekurangan dan mengatasi kelemahan Anda? Apakah Anda seorang kolaborator? Dapatkah Anda memberi tenaga pada yang lain dan membangun sebuah jaringan pendukung? Bila Anda cenderung untuk bertindak tanpa mempertimbangkan masak-masak, pikirkan kembali. Kumpulkan keahlian-keahlian yang Anda tidak miliki dan rasa takut awal Anda akan lebih mungkin untuk teratasi. Ingatlah, sebagai seorang pengusaha, Anda tidak harus menjadi "semuanya". Anda hanya harus mencoba untuk mengantisipasi semuanya (tidak ada yang dapat mengantisipasi semuanya) dan jadilah seseorang dengan banyak akal, menemukan bantuan dan dukungan yang Anda butuhkan untuk menempuh perjalanan.

Gunakan ketakutan Anda. Dengarkan ketakutan itu. Mengertilah dan bicaralah dengan ketakutan Anda. Ketakutan Anda sebenarnya dapat mengajari Anda banyak hal. Namun, ketakutan bukan majikan Anda --atau tidak seharusnya. Berdayakan diri Anda sendiri dengan tidak menghilangkan ketakutan untuk mengawali, tetapi dengan menghadapi mereka secara langsung dan mengatasinya. (sumber)


Senin, 14 November 2016

Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai

Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai


Masih teringat dengan baik di diri Seymour H. saat keluarganya menggodanya ketika ia ingin membuka waralaba pizza sendiri pada usia 59. "Mereka semua berkata aku sudah terlalu tua, dan bahwa aku bodoh untuk melepaskan pekerjaan saya sebagai juru masak," ujarnya saat mengingat peristiwa tersebut. "Yah, aku tidak mengira usia saya ada bedanya, kecuali bahwa saya sedikit lebih berpengalaman dalam bisnis makanan daripada laki-laki yang lebih muda. Tetapi banyak orang mencoba untuk meyakinkan Anda bahwa setelah Anda mencapai usia tertentu, sudah terlambat untuk mencoba hal-hal baru."

Namun, pernyataan itu tidak berlaku bagi Seymour. "Ini tidak masuk akal bagi saya," ungkapnya seperti dikutip dari buku karya Richard Michaels berjudul Money Making Business Opportunities.

Sekarang, semua orang tahu jika umur bukan persoalan untuk mencoba sesuatu. Seymour telah berhasil dalam bisnis waralaba pizza. Bahkan, dia memiliki salah satu dari sepuluh restoran waralaba yang paling menguntungkan.

Andai kata Seymour mendengarkan kerabatnya saat itu, dia mungkin masih memasak untuk orang lain. Dan kemungkinan ia akan merasa frustrasi karena melakukan hal yang sama.

Dari kisah sukses Seymour tersebut, dapat diambil hikmah bahwa usia bukan merupakan suatu hambatan. Ubahlah usia Anda menjadi sebuah keuntungan. Anda seharusnya tidak mempertimbangkan usia Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Pasalnya, hal itu mungkin berubah menjadi salah satu manfaat terbesar Anda karena telah matang dalam mengambil keputusan.

Beberapa tahun yang lalu, Kolonel Harland Sanders menjadi penerima Jaminan Sosial setelah pensiun. Pada usia 65, setelah hanya beberapa bulan pensiun ia menciptakan Kentucky Fried Chicken.

Sekarang Sanders tak hanya sekadar pensiunan biasa, tetapi dia adalah seorang pensiunan kaya. Ia menjual Kentucky Fried Chicken sebesar US$ 2 juta, ditambah uang tahunan sebesar US$ 40.000.

Jika Anda sudah tua, ini mungkin waktu yang ideal untuk memulai sebuah bisnis kecil. Bagaimanapun juga, Anda memiliki beberapa dekade pengalaman. Dan seperti lirik lagu, "Mereka tidak bisa begitu saja." Tak peduli apa yang telah Anda lakukan dalam hidup Anda sampai titik ini, pengetahuan yang Anda peroleh niscaya akan membantu Anda dalam beberapa cara dalam bisnis baru Anda. Apakah Anda telah bekerja sebagai salesman atau mekanik, seorang pelayan atau ahli kecantikan, Anda telah belajar dan mengalami banyak hal.

Di mana Anda memulai?
Pengusaha kecil yang bijak harus berhati-hati mencari lokasi yang cocok, terutama dengan konsumen. Sebagai contoh, seorang pemilik toko rekaman mungkin memutuskan untuk mencari lokasi berdekatan dengan perguruan tinggi, di mana banyak anak muda berkumpul. Namun, pemilik toko furnitur mungkin ingin mendirikan bisnis dekat perumahan baru di kota.

Penduduk sekitarnya diperlukan untuk mendukung jenis toko tertentu, tergantung pada seberapa luas adalah daya tariknya. Sebagai contoh, kebutuhan universal untuk sebuah toko kelontong memungkinkan untuk bertahan hidup pada populasi jauh lebih kecil daripada toko besi. Demikian pula, sebuah pompa bensin memiliki kesempatan yang lebih baik baik dalam komunitas kecil daripada toko cerutu.

Lokasi bisnis harus mempertimbangkan jumlah konsumen yang akan tertarik. Berikut faktor yang harus dipertimbangkan untuk membuat lokasi pilihan Anda menjadi potensial:
  • Jumlah orang yang lulus yang lewat, baik berjalan kaki dan menggunakan kendaraan. selama hari-hari biasa.
  • Waktu ketika lalu lintas padat.
  • Jenis bisnis yang ada di dekat lokasi
  • Ketersediaan transportasi umum.
Jika bisnis Anda adalah jenis yang sangat bergantung pada "drop-in" pelanggan, Anda harus menemukan lokasi bisnis Anda di jalan yang ramai. Perempatan dianggap ideal, karena visibilitas yang lebih besar dari beberapa arah.

Bisnis di dekat Anda juga dapat mempengaruhi jumlah pelanggan. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis toko yang lebih baik ketika berlokasi dekat dengan jenis spesifik lainnya. Sebagai contoh, biasanya toko pakaian mempunyai prospek bagus ketika berada dekat toko serba ada. Restoran dan toko permen sering berkembang dengan baik jika mereka berdekatan dengan bioskop. Dan toko cat maupun toko mebel memiliki peluang bagus untuk sukses ketika mereka berada di dekat satu sama lain.

Baca Artikel Bisnis & Entrepreneurship Lainnya